Minat masyarakat mengunjungi Situs Megalitikum Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dalam satu bulan terakhir mengalami peningkatan hingga 400 persen. Kondisi ini membuat petugas penjaga situs terbesar se-Asia Tenggara itu kewalahan.

Rustandi, petugas Situs Gunung Padang mengatakan, meningkatnya jumlah pengunjung terjadi sejak pemberitaan di media massa mulai muncul. Banyak warga yang penasaran dengan keberadaan Situs Gunung Padang yang lebih tua usianya dibandingkan piramida di Mesir.

“Memang benar ada peningkatan, apalagi dari luar kota. Mungkin mereka pernah baca di surat kabar atau lihat di televisi,” kata Rustandi kepada VIVAnews.

Info Terkait : Luas Gunung Padang sekitar 25 hektar

Sebelum diributkan di media massa, pengunjung yang datang ke Gunung Padang hanya 1.500 sampai 2.000 orang setiap bulan. Tetapi sekarang ini bisa mencapai 8.000 pengunjung.

Mayoritas pengunjung masih wisatawan domestik, sedangkan wisatawan mancanegara sekitar 200 orang setiap bulannya. Bahkan, setiap akhir pekan Sabtu dan Minggu, pengunjung bisa mencapai seribu orang dalam satu hari.

Tujuan warga yang datang ke situs megalitikum itu beragam, mulai dai penasaran hingga ingin melakukan ritual dan berziarah. Para peziarah misalnya, datang pada malam hari saat suasana lebih tenang.

Mereka datang dengan berbagi pengharapan seperti meminta kenaikan pangkat, sampai urusan percitaan atau jodoh. Meski jam berkunjung sudah selesai, para peziarah ini selalu maksa dan cenderung nekat masuk. Sehingga petugas terpaksa melakukan penjagaan hingga malam hari demi keamanan.

“Aturannya jam berkunjung dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB,” katanya.

Membludaknya pengunjung membuat petugas kewalahan. Sebanyak 10 petugas secara bergiliran harus memandu dan menjaga para pengunjung supaya tidak membuat situs rusak.

Seluruh petugas, enam di antaranya berasal dari Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Serang, dua lagi dari Pemprov Jawa Barat, dan dua orang lagi dari Dinas setempat.

Ditemui di lokasi, Agus Sugiarto (40), pengunjung asal Kediri, Jawa Timur, mengaku datang jauh-jauh lantaran penasaran setelah mendengar informasi keberadaan Situs Gunung Padang ini. Ia datang bersama rombongan untuk berwisata sekaligus melakukan ritual agar mendapat berkah dalam bisnisnya.

“Pertama lihat, saya sangat takjub dengan situs ini. Begitu perawan dan sangat alami. Tidak seperti candi atau sejenisnya,” kata Agus.

Peningkatan pengunjung ini menjadi berkah bagi warga sekitar. Sebab pendapatan warga meningkat dari penjualan sovenir dan penyewaan tempat parkir.

“Ada juga warga yang menyewakan rumah bagi pengunjung yang datang secara rombongan dan ingin beristirahat dengan tenang,” kata Endang (35) warga setempat.

Ditemui terpisah, Direktur Lokatmala Insititute, Eko Wiwid, mengatakan, pihaknya berharap meningkatnya pengunjung ke Situs Gunung Padang diikuti dengan pengetatan pengawasan. Hal itu perlu dilakukan untuk menjaga konservasi di situs itu tetap terjaga. Eko mengaku khawatir dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan alam sekitar situs.

“Bukan hanya batu punden dan berbagi menhir saja, tetapi alam dan lingkungan sekitar. Jangan sampai meningkatnya pengunjung malah merusak alam, seperti pohon dan mata air. Volume sampah juga ikut meningkat,” katanya. (umi)

• VIVAnews

Mirip Gunung padang ada di cilacap