Beranda

Ubud dan Seminy…

Tinggalkan komentar

Ubud dan Seminyak Masuk 25 Destinasi Wisata Terbaik di Asia

 

Ubud dan Seminyak di Bali menempati urutan ke 8 dan 19 di daftar 25 destinasi wisata terbaik di Asia. Keduanya mengalami peningkatan prestasi dibanding tahun lalu yaitu Ubud naik 3 tingkat dan Seminyak menjadi destinasi wisata baru yang masuk daftar terbaik di Asia.

Hal ini berdasarkan daftar yang dikeluarkan TripAdvisor, sebuah situs perjalanan yang mengumumkan pemenang penghargaan “Travelers’ Choice for Destinations”.

“Kami gembira melihat Ubud dan Seminyak berada di daftar 25 destinasi wisata teratas di Asia untuk penghargaan Travellers’ Choice 2014 karena ini menunjukkan kualitas dari destinasi wisata Indonesia,” kata Direktur Jenderal Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Esthy Reko Astuty, seperti termuat dalam siaran pers yang diterima Kompas Travel, Kamis (10/4/2014).

Ia berharap penghargaan ini akan menjadi jembatan untuk mempromosikan destinasi wisata di luar Bali dan menarik lebih banyak pengunjung ke Indonesia yang menakjubkan. Di tahun keenamnya, penghargaan tahunan ini memberikan penghargaan ke hampir 500 destinasi wisata termasuk pemenang tempat teratas di dunia. Serta daftar tersendiri untuk Afrika, Asia, Australia, Kanada, Karibia, Amerika Tengah, Eropa, China, Timur Tengah, Rusia, Amerika Selatan, Pasifik Selatan, Inggris, dan Amerika Serikat.

“Jika Anda mencari inspirasi perjalanan, silakan cari di ‘Travelers’ Choice Destinations’. Wisatawan global kami adalah penentu yang mengungkap tempat-tempat terbaik untuk dikunjungi di dunia,” kata Chief Marketing Officer untuk TripAdvisor Barbara Messing.

Penghargaan “Travelers’Choice Destinations” memberikan penghargaan untuk tempat-tempat wisata teratas di dunia berdasarkan jutaan ulasan dan opini berharga dari wisatawan TripAdvisor. Pemenang penghargaan ditentukan menggunakan satu algoritma yang memperhitungkan kuantitas dan kualitas ulasan dan peringkat untuk hotel, obyek wisata, dan restoran di destinasi wisata di dunia, yang dikumpulkan selama periode 12 bulan.

10 Tujuan Wisata Traveller’s Choice di Indonesia:
1. Ubud
2. Seminyak
3. Sanur
4. Jakarta
5. Nusa Dua
6. Kuta
7. Borobudur
8. Yogyakarta
9. Bandung
10. Legian

Peringkat 25 Tujuan Wisata Travellers’ Choice di Asia:
1. Beijing, China
2. Hanoi, Vietnam
3. Siem Reap, Cambodia
4. Shanghai, China
5. Bangkok, Thailand
6. Chiang Mai, Thailand
7. Hong Kong
8. Ubud,Indonesia
9. Ho Chi Minh City, Vietnam
10. Kathmandu, Nepal
11. New Delhi, India
12. Tokyo, Jepang
13. Hangzhou, China
14. Hoi An, Vietnam
15. Singapore
16. Lijiang, China
17. Bangalore, India
18. Guangzhou, China
19. Seminyak, Indonesia
20. Chengdu, China
21. Mumbai, India
22. Taipei, Taiwan
23. Jaipur, India
24. Seoul, Korea Selatan
25.   Shenzhen, China


Penulis : Ni Luh Made Pertiwi F
Editor : I Made Asdhiana
 

Sejarah Wisata Indonesia

Tinggalkan komentar

pariwisata Indonesia lebih panjang daripada usia Republik. Ketika Indonesia diproklamasikan, 17 Agustus 1945, beberapa destinasi wisata sudah relatif dikenal luas. Ini berkat didirikannya semacam dewan perjalanan wisata, Vereeniging Toeristenverkeer (VT) pada 1910 di Batavia (lihat Dieny Ferbianty, Sejarah Pariwisata Indonesia, Program Magister, ITB, Bandung, 2007). Dan VT membuat buku panduan wisata India-Belanda pertama kali, dalam bahasa inggris, isinya tentang daerah wisata di Jawa, Bali, Lombok, Sumatra, Toraja (Sulawesi Selatan).

Pariwisata Hindia-Belanda makin popular di kalangan orang Eropa, meruang setelah terbit koran mingguan tentang pariwisata, Java Tourist Guide, 1923. Selain artikel tentang daerah wisata, koran ini juga menginformasikan perjalanan kereta api, tentang hotel, dan ada juga semacam pelajaran praktis bahasa lokal. Beberapa hotel pun menerbitkan panduan wisata untuk satu situs, misalnya, panduan wisata Pegunungan Dieng, panduan wisata Jawa Barat, dan lain-lainnya.

Sejarah Pariwisata Indonesia
Sejarah Pariwisata Indonesia

Boleh dikata prasarana wisata ketika itu lengkap sudah: ada dewan wisata tingkat “nasional” yang memiliki cabang di sejumlah daerah, ada media wisata, hotel, asosiasi turis – Misalnya Asosiasi Turis Garut, Asosiasi Turis Magelang (lihat Dieny Ferbianty: 2007). Biro perjalanan yang menawarkan tour pun bermunculan sejak itu.

Namun semua itu berantakan begitu Jepang menjajah Indonesia. Penjajah dari Asia ini seperti hanya memiliki satu tujuan: memenangkan Perang Pasifik. Karena itu segala sesuatu dimanfaatkan untuk prasarana perang, termasuk kesenian yang dijadikan proganda Asia Timur Raya, termasuk. dunia wisata dengan antara lain mengubah hotel menjadi rumah sakit bahkan asrama tentara.

Zaman bergerak dari Republik Indonesia berdiri.Meski ketika itu di republik baru ini penuh perjuangan sehubungan agresi Belanda yang ingin menjajah Indonesia kembali dengan cara menumpang Sekutu, pemerintah tak melupakan pariwisata. Pelan-pelan semuanya dipulihkan dari perhotelan sampai transportasi, dari organisasi sampai sekolah wisata.

Sebuah peristiwa MICE, khususnya conference, bisa dibilang langsung atau tak langsung merangsang perkembangan dunia wisata Indonesia: Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung. Paling tidak panitia konferensi ini mestinya membawa delegasi-delegasi ke beberapa situs wisata di sekitar Bandung. Yang jelas, setelah Konferensi ini berdirilah Yayasan Tourisme Indonesia, lembaga nirlaba yang bertujuan menggairahkan dunia wisata Indonesia lewat segala jalan: kerjasama dengan pers, dengan lembaga wisata Negara lain, dengan pihak imigrasi dan beacukai, dengan kementerian luar negeri. Semua kerja sama bertujuan mempermudah hal-hal yang berkaitan dengan turisme, misalnya urusan visa.

Sewindu kemudian, 1963, urusan wisata dimasukkan ke dalam lembaga struktural, menjadi bagian dari kementerian perhubungan darat, pos, telekomunikasi, dan pariwisata. Pada tahun inilah Indonesia pertamakali menjadi tuan rumah PATA (Pacific Asia Travel Association). Selanjutnya dunia wisata diurus oleh pejabat struktural, dengan atau tidak dicantumkan kata “pariwisata” dalarm kementerian.

Pada 1988 pariwisata berada di depan dalam kementerian pariwisata, pos, dan telekomunikasi. Dan pada tahun 2000 pariwisata disatukan dengan kebudayaan menjadi kementerian kebudayaan dan pariwisata. Perlu dicatat, meski destinasi wisata terkait dengan geografi, kebijakan dalarn perwisataan tak terpengaruh oleh pembagian provinsi yang berubah-rubah. Pada 1945 Indonesia hanya dibagi dalam delapan provinsi ‘ (Sumatra, Jawa Barat, Jawa tengah, Jawa timur, Sunda Kecil, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku). Kemudian provinsi dimekarkan dari tahun ketahun. Pada 1950 ada 11 Provinsi; pada 1956, 15; pada 1957, 17; pada 1958, 20; pada 1959, 20; pada 1960, 21; pada 1967, 25; pada 1969, 26; pada 1976, 27; pada 1999, tetap 27 propinsi (Timor Timur Merdeka, dan Provinsi Maluku dimekarkan menjadi Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara); pada 2000,32; dan pada tahun 2002, 33 provinsi.

Pariwisata Indonesia

Lalu apa tantangan wisata di Negara kepulauan terbesar diduniai ini? Indonesia terdiri dari lebih 13.466 ribu pulau, dengan pantai total lebih dari 6.360 km. dari Sabang sampai Merauke adalah lebih dari 1.120 suku bangsa. Ini sebuah kekayaan tak terkira sehubungan dengan wisata bahari dan budaya. Ditambah bukit dan pegunungan, wisata alampun tertebar luas. Dengan harta seperti ini sesungguhnya tinggal mas’alah manajemen dan kerja keras untuk menjaga, mengatur, mengembangkan, dan mempromosikan pariwisata Indonesia ke segala penjuru. Sehingga hal yang dirumuskan oleh Dewan Pariwisata Nasional pada 1969 bisa dicapai. Dewan Pariwisata merumuskan antara lain pariwisata untuk “menghasilkan devisa dan pendapatan masyarakat, kesempatan berusaha dan kesempatan kerja, dan mendorong usaha industri lainnya,” juga untuk “meningkatkan persahabatan dan persaudaraan nasional dan internasional.”

Info :wisataindonesia.biz

Jembatan Dunia Yang Menakjubkan

Tinggalkan komentar

Membangun jembatan bukan perkara mudah. Selain menopang kendaraan dan pejalan kaki yang setiap hari melaluinya, jembatan juga harus fleksibel menahan terapaan angin dan dibuat mampu “mengalah” jika ada kapal yang ingin melintasinya.

Hebatnya, arsitek-arsitek dan insinyur di seluruh dunia berhasil membuat jembatan-jembatan yang tidak hanya kuat, namun juga cantik dan unik. Berikut ini beberapa jembatan-jembatan menakjubkan dari berbagai jenis dan peruntukkannya.

Rolling Bridge

Rolling Bridge atau Jembatan Bergulung ini didesain oleh studio desain asal Inggris, Heatherwick Studio pada 2004 dan dikerjakan oleh Littlehampton Welding Ltd. Jembatan sepanjang 12 meter tersebut secara khusus dibuat bagi para pejalan kaki untuk memudahkan mobilisasi para pekerja dan penduduk setempat di Grand Union Canal, Paddington Basin, London.

Masalahnya, tidak hanya para pejalan kaki yang membutuhkan mobilisasi di Gran Union Canal. Maka itu, fitur unik jembatan yang mampu “bergulung” ini sebenarnya dibuat agar perahu-perahu dapat melewati jembatan tanpa masalah.

Struktur jembatan ini dapat “tergulung berkat” beberapa hidrolik pada pagar jembatan tersebut. Delapan bagian jembatan perlahan akan terangkat dan kemudian “menggulung” sendiri.

Henderson Waves

Jembatan cantik sepanjang 274 meter ini membentang dari Mount Faber Park hingga Telok Blangah Hill Park. Di atasnya, Anda dapat menikmati pemandangan cakrawala indah luar biasa.

Namun, bagi Anda yang takut ketinggian, ada baiknya berhati-hati. Pasalnya, jembatan tersebut membentang 36 meter di atas permukaan Henderson Road.

Seperti kebanyakan fasilitas umum lainnya di Singapura, jembatan yang dapat Anda tempuh hanya dalam lima menit ini memiliki fasilitas bagi penduduk berkebutuhan khusus. Bagi yang suka berolah raga, ingin mengabadikan momen pra-pernikahan, atau hanya sekedar bersantai, jembatan dengan “rusuk-rusuk” ini terbuka untuk publik dari pukul tujuh pagi jam dua dini hari. Jangan lupa, nikmati keindahan cahaya LED di jembatan ini pada malam hari!

Langkawi Sky

Ini merupakan salah satu jembatan tercantik di Asia Tenggara. Jembatan tersebut berada di wilayah Gunung Mat Cincang di Malaysia.

Sepanjang 121,9 meter, jembatan ini akan membawa para turis berjalan-jalan 609,6 meter meter di atas permukaan laut. Sebelum sampai ke jembatan, para pengunjung harus menumpang kereta gantung terlebih dahulu.

Jembatan ini termasuk salah satu jembatan tertinggi di dunia. Bentuknya yang melengkung memberikan kesempatan bagi para wisatawan untuk menikmati pemandangan sekitar, tanpa harus mengorbankan keamanan. Ujung-ujung jembatan ini memiliki dek observasi berbentuk .

Gateshead Millenium

Selain “Jembatan Menggulung”, ada lagi jembatan unik hasil karya perusahaan arsitektur asal Inggris. Jembatan bernama Gateshead Millenium ini dibuat oleh Wilkinson Eyre untuk menghubungkan antara Gateshead dan New Castle.

Jembatan ini memiliki enam hidrolik untuk “mengangkat” konstruksinya ketika diperlukan. Proses pengangkatan ini hanya memerlukan waktu lima menit. Setelah itu, ia akan mengangkat setinggi 40 derajat.

Uniknya, sebelum dipasang pada tempatnya, jembatan ini sudah jadi sempurna sebagai satu entitas. Ia perlu diangkat oleh derek mengapung terbesar di Eropa, yaitu Asian Hercules II.

Gustave Flaubert

Jembatan yang akan “membuka” ketika kapal datang melintasinya sudah banyak dibuat. Namun, bagaimana dengan jembatan yang akan “terbang” ketika sebuah kapal akan melintasinya?

Jembatan bernama Pont Gustave Flaubert ini merupakan satu dari jembatan-jembatan yang akan terangkat secara vertikal ketika ada kapal mendekat. Jembatan di atas Sungai Seine di Rouen, Perancis, ini memiliki total panjang berukuran 670 meter. Dibuat pada 2004, pembangunan jembatan ini selesai pada 2007 lalu.


Sumber :
Berbagai sumber
Editor :
Latief

Hotel Dunia Dengan Fasilitas Termewah

Tinggalkan komentar

Mulai dari sentuhan penuh kemewahan seperti pilihan bantal sampai antar jemput menggunakan helikopter, hotel-hotel berbintang di seluruh dunia selalu memiliki cara untuk memuaskan tamu-tamu kelas atasnya. 

Berikut merupakan 10 hotel yang memberikan fasilitas begitu menakjubkan, hingga tamu pun serasa “hidup” dalam kemewahan. Daftar ini dirangkum oleh TripAdvisor, sebuah situs perjalanan wisata. 

Mimpi indah. Siapa bilang waktu tidur begitu membosankan? Hotel Ritz-Carlton di Pulau Amelia, Florida, Amerika Serikat, berusaha mematahkan anggapan ini. Bajak laut, putri raja, dan burung kakatua akan hadir dalam kamar Anda untuk memberikan kejutan bagi si kecil.

Mereka akan membacakan kisah-kisah pengantar tidur untuk anak Anda. Tak hanya cerita, susu hangat dan kue kering akan diantar ke kamar, sebagai camilan sebelum tidur si kecil. 

Pelayan sabun. Di hotel Viceroy Riviera Maya yang berada di Playa del Carmen, Meksiko, seorang pelayan hotel bertugas memotong-motong sabun yang menjadi favorit tamu. 

Sabun-sabun ini dibuat oleh warga sekitar hotel. Tamu bisa memilih sabun mana yang disukai. Aroma sabun berubah tergantung musim. Termasuk di dalamnya adalah aroma melon di musim semi dan aroma kayu manis di musim dingin.

Jemputan mewah. Kemewahan ala Peninsula Hongkong dicerminkan dari pelayanan jemput di bandara. Tamu dijemput dengan mobil mewah Rolls-Royce. Tak hanya itu, tamu benar-benar dijemput sesaat setelah tamu turun tangga pesawat. 

Kemudian, tamu dikawal saat melakukan proses imigrasi. Tentu saja, selama proses penjemputan dan pengawalan, barang bagasi akan dibawakan oleh pihak hotel. 

Menu bantal. Bantal yang tak nyaman bisa hanya akan membuat tamu tak kerasan tinggal di hotel. Oleh karena itu, hotel The Benjamin di kota New York, Amerika Serikat, memiliki fasilitas menu bantal untuk memenuhi kebutuhan para tamu. 

Tipe bantal yang tersedia mulai dari bantal yang berisi air, bantal dengan terapi magnet, bantal anti ngorok, bantal berisi gandum, sampai bantal untuk tubuh. 

Tombol pelayan. Tak perlu repot memanggil pelayan hotel. Hotel The Oberoi di Gurgaon, India, memiliki solusinya. Selain, jasa pelayan tersedia selama 24 jam, hotel ini juga menyediakan tombol khusus untuk memanggil pelayan. 

Santai sejenak. Sentuhan apik namun mewah bagi pelancong-pelancong yang perlu relaksasi. Sebuah tempat tidur gantung yang biasa dipasang di tepi pantai bisa Anda temukan di hotel W Mexico City di Meksiko. Bedanya, tempat tidur ini berada di dalam kamar mandi.

Prasmanan kapan saja.
 Menu prasmanan yang tersedia di hotel berbintang biasanya disajikan untuk sarapan tamu. Namun, pilihan antara ingin tidur atau mengejar waktu sarapan, seringkali dilematis. Waktu sarapan memang biasanya dibatasi hanya sampai jam tertentu. 

Padahal, menu prasmanan untuk sarapan tersebut sudah termasuk dalam tarif menginap. Nah, di Continental Palacete, Barcelona, Spanyol, tamu bisa menikmati prasmanan tersebut kapan saja, sebab tersedia selama 24 jam. 

Sejumput nostalgia. Masuk ke dalam kamar di hotel Orbit Inn yang berada di Palm Springs, Kalifornia, Amerika Serikat, seakan membawa tamu ke nuansa nostalgia. Bagaimana tidak, fasilitas kamar termasuk pemutar piringan hitam yang jadul tetapi masih bisa dipakai.

Tentu saja bersama beberapa koleksi album piringan hitam termasuk album Frank Sinatra. Tambahan lagi lampu lava ala disko, pengocok martinis dan gelas cocktail termasuk dalam fasilitas yang tersedia.  

Pancuran sauna. Di hotel St Augustine di Pantai Miami, Florida, Amerika Serikat, sebuah kamar steam atau uap untuk sauna tersedia bagi tamu. Tetapi bukan sedekar kamar sauna biasa. Sauna ini dilengkapi dengan pancuran air yang berfungsi untuk memijat. 

Naik helikopter. Tamu bisa naik helikopter dan dijemput dari bandara langsung menuju hotel Zoetry Agua Punta Cana di Republik Dominika. Perjalanan tersebut memang jadi cepat, hanya 10 menit. Namun, pemandangan selama berada di atas helikopter begitu menakjubkan.

 

 
Sumber :
 
Editor :
kadek-Kompas.com
 

Hotel Indah dan Bersejarah

1 Komentar

Saat liburan telah di depan mata,dan mungkin perjalanan liburan bersama keluarga sudah dipersiapkan.Sebagai gambaran liburan menyenangkan dan mengenalkan sejarah bagi anak-anak salah satunya bisa menjadikan penginapan atau hotel yang mempunyai arsitektur unik dan bersejarah,salah satunya adalah:

Hotel Majapahit, Surabaya
Berbicara tentang hotel bersejarah tak bisa lepas dari hotel satu ini. Sejak dibangun di tahun 1910 hingga saat ini, bangunan tersebut tetap berfungsi sebagai hotel, walaupun pemerintahnya silih berganti.

Awalnya, hotel tersebut dibangun dengan nama Oranje Hotel oleh Lucas Martin Sarkies asal Armenia. Di tahun 1936, hotel tersebut direnovasi dengan tambahan sentuhan art deco.

Akibat Perang Dunia II, Jepang menguasai bumi nusantara. Oranje Hotel pun diambil alih dan berganti nama menjadi Yamato Hoteru. Nah, di tahun 1945, sebuah peristiwa bersejarah mengambil tempat.

Hampir tak ada orang Indonesia yang tak mengenal kejadian perobekan kain biru bendera Belanda menjadi bendera merah-putih. Saat itu, pagi hari di 19 September 1945, Mastiff Carbolic mengibarkan bendera Belanda.

Masyarakat Indonesia yang melihat bendera itu pun marah dan naik ke atas hotel. Bendera Belanda diturunkan, lalu warna biru dirobek. Bendera Merah Putih pun dikibarkan.

Di tahun 1946, hotel kembali dikelola oleh Sarkies dan mengganti nama hotel menjadi Hotel L.M.S. Sampai kemudian di tahun 1969, hotel berubah nama lagi menjadi The Majapahit. Hotel sempat dikelola oleh jaringan hotel Mandarin Oriental Group sehingga diberi tambahan nama Mandarin Oriental Majapahit Hotel Surabaya di tahun 1996.

Sepuluh tahun kemudian, Hotel Majapahit tak lagi dikelola oleh Mandarin Oriental. Sampai saat ini, Hotel Majapahit berdiri kokoh dan menjadi salah satu tujuan wisata penggemar sejarah di Surabaya.

Di hotel ini, terdapat kamar bersejarah yaitu kamarnya Charlie Chaplin. Aktor kondang itu pernah menginap di tahun 1936. Kamar tersebut diberi nama Kamar Merdeka dengan nomor kamar 33.

Kamar Merdeka bertipe Majapahit Suite memiliki dua ruangan, yaitu kamar tidur dan living room dengan sofa. Mau mencoba bermalam di kamar Charlie Chaplin? Tarif kamar tersebut mulai dari Rp 2.600.000 per malam.

Hotel Savoy Homann Bidakara, Bandung
Salah satu hotel tertua di Pulau Jawa ini menjadi saksi sejarah berkembangnya pariwisata di bumi nusantara. Hotel ini, sama halnya Hotel Des Indes di Batavia (sekarang Pertokoan Duta Merlin), menjadi hotel-hotel yang direkomendasikan para pelancong Eropa, terutama untuk urusan makanannya yang mewah dan dihidangkan dengan gaya rijsttafel.

Hotel ini berdiri di tahun 1871. Awalnya bernama Hotel Homann, sesuai pemiliknya yang bernama Homann asal Jerman. Dulu, bangunan hotel hanya terbuat dari bambu. Barulah di tahun 1880 dibangun kembali menjadi gedung bertembok batu bata.

Sementara itu, gedung yang ada sekarang yaitu gedung yang menghadap ke Jalan Asia Afrika dibangun tahun 1937 dengan gaya art deco oleh arsitek A. F. Albers asal Belanda. Di tahun ini, namanya menjadi Savoy Homann Hotel.

Pada tahun 1987, hotel tersebut dibeli oleh Panghegar Group. Hotel pun direnovasi dan ditambahkan gedung-gedung baru. Nama juga diganti menjadi Savoy Homann Panghegar Heritage Hotel.

Akibat krisis moneter, Panghegar Group pun menjual hotel tersebut dan dibeli oleh Bidakara Group di tahun 2000. Sejak itu, nama hotel berubah menjadi Savoy Homann Bidakara Hotel. Charlie Chaplin saat kunjungannya ke Pulau Jawa pun pernah menginap di hotel ini.

Nah, di hotel ini terdapat 3 kamar spesial. Kamar-kamar berjenis presidential suite itu disebut sebagai tipe Homann Suite. Apa yang membuatnya spesial? Ternyata tiga kamar itu pernah ditempati tokoh-tokoh bersejarah Konferensi Asia Afrika 1955.

Di lantai 1, Homann Suite diberi nama kamar Jawaharlal Nehru, mantan Perdana Menteri India. Homann Suite di lantai 2 adalah kamar Soekarno. Sedangkan di kamar lantai tiga diberi nama Cho En Lai, sesuai nama mantan Perdana Menteri China.

Di setiap kamar ada satu sisi dinding yang khusus dipajang beberapa foto mereka saat beraktivitas di hotel tersebut. Karena merupakan kamar president suite, maka kamar terdiri dari dua ruang tidur, living room lengkap dengan sofa, ruang makan, dan mini bar.

Kamar mandi di Homann Suite juga dilengkapi whirlpool. Ingin mencoba menginap di kamar Jawaharlal Nehru, Soekarno, atau Cho En Lai? Siapkan saja kocek sebesar Rp 4.500.000 per malam.

Hotel Salak The Heritage, Bogor
Hotel peninggalan kolonial Belanda tersebut menjadi tempat favorit peristirahatan orang-orang Belanda yang tinggal di Batavia. Hotel ini dibangun tahun 1856 dan diberi nama Bellevue Dibbets Hotel.

Sejak awal dibuka, hotel ini menjadi hotel bagi kalangan atas kolonial Belanda. Hotel tersebut dimiliki oleh orang Belanda yang masih memiliki hubungan dengan salah satu Gubernur Jendral Hindia Belanda.

Bogor dulunya disebut Buitenzorg atau kota untuk beristirahat. Begitu pula fungsi awal Bellevue Dibbets Hotel. Ia dibangun sebagai hotel untuk beristirahat. Namun, karena Buitenzorg juga menjadi pusat penelitian aneka tumbuhan tropis Jawa dan perkebunan, hotel ini pun menjadi tempat pertemuan para pemilik kebun sampai staf pemerintahan.

Di era pendudukan Jepang, hotel tersebut menjadi markas militer Jepang. Namun di tahun 1948, hotel tersebut pun kembali ke fungsi awalnya dan berubah nama menjadi Hotel Salak.

Di tahun 1998, hotel tersebut kembali berganti nama menjadi Hotel Salak The Heritage dengan penambahan gedung-gedung baru. Gedung lama yang kaya akan sejarah dan arsitektur khas masa kolonial Belanda tetap dipertahankan.

Gedung lama atau bangunan hotel bagian depan disebut sebagai Colonial Floor. Untuk merasakan beristirahat di kesejukan udara Bogor ala para meneer Belanda, Anda bisa menginap di kamar tipe Executive, Executive Suite, atau Presidential Suite yang berada di Colonial Floor. Harga per malam untuk Executive mulai dari Rp 1.900.000.

Hotel Ambarrukmo Palace, Yogyakarta
Hotel ini ibarat memiliki sejarah berlapis. Pertama adalah tanah tempat berdirinya hotel dan kedua adalah sejarah bangunan itu sendiri. Hotel tersebut berada di dalam kawasan Pesanggrahan Ambarrukmo. Pesanggrahan Ambarrukmo dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono V.

Di tahun 1895-1897, bangunan tersebut direnovasi oleh Sultan Hamengku Buwono VII. Awalnya untuk tempat menjamu tamu. Namun saat Sultan Hamengku Buwono VII turun takhta, tempat ini menjadi kediaman Sultan.

Kemudian, Soekarno, presiden pertama Indonesia, menggagas pembangunan empat hotel berstandar internasional pertama di Indonesia dari hasil pampasan perang dari Jepang. Salah satunya adalah Hotel Ambarrukmo yang diresmikan pada tahun 1966.

Area kebon raja sampai gandok kiwa di masa Sultan Hamengku Buwono VII berubah menjadi area Hotel Ambarrukmo. Sementara area Balekambang sampai Pendopo tidak beralih fungsi dan masih bisa dikunjungi sampai saat ini sebagai bangunan cagar budaya.

Saat peresmian di tahun 1966, hotel tersebut menjadi hotel mewah pertama di Yogyakarta. Hotel tersebut terdiri dari dua sayap yaitu sayap pertama dibangun tahun 1965 dan sayap kedua dibangun tahun 1974.

Sayangnya, hotel maupun kawasan Keraton sempat terlantar di tahun 2005. Sejak 2011, jaringan hotel Santika Indonesia mengambil alih dan menghidupkan kembali Hotel Ambarrukmo. Namanya pun berganti menjadi Ambarrrukmo Palace Hotel. Area keraton juga direvitalisasi dan diisi berbagai kegiatan kesenian. Mari melangkah masuk ke dalam hotel.

Di dalam hotel, terdapat mural ukiran batu karya Harijadi di tahun 1962 yang menggambarkan kehidupan rakyat di sekitar Gunung Merapi. Lalu mozaik dinding dari keramik yang diperkirakan dibuat oleh seniman Indonesia Batara Lubis di tahun 1976.

Ini hanya sebagian dari karya-karya seni yang menghiasi hotel legendaris tersebut. Untuk menikmati bermalam di hotel artistik tersebut, Anda bisa menginap di salah satu kamar hotel dengan harga mulai dari Rp 1.350.000 per malam.

Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta
Dulu, hotel ini dikenal sebagai Hotel Indonesia yang sering disingkat sebagai “HI”. Inilah gedung tertinggi pertama di Jakarta. Hotel ini dibangun dari hasil pampasan perang dengan Jepang.

Di masa itu, ada beberapa bangunan yang dibangun dari dana yang sama. Di antaranya adalah 4 hotel mewah berstandar internasional. Salah satunya adalah Hotel Indonesia yang disebut-sebut sebagai hotel bintang lima pertama di Jakarta.

Hotel ini diresmikan tahun 1962 dalam rangka Asian Games IV. Hotel ini menjadi tempat menginap para pejabat tinggi yang menyertai atlet-atlet dari berbagai negara Asia, termasuk beberapa atletnya.

Di tahun 2001, hotel tersebut dikelola oleh PT Natour. Akibat rendahnya okupansi, PT Natour pun berhenti mengelola Hotel Indonesia. Lalu di tahun 2004, setelah hotel tersebut direnovasi, Hotel Indonesia dikelola oleh Kempinski Group dan berganti nama menjadi Hotel Indonesia Kempinski.

Hotel ini tak bisa lepas dari sosok Soekarno, presiden pertama Indonesia. Soekarno memang menjadi penggagas hotel tersebut. Di hotel terdapat restoran yang melegenda yaitu Signatures Restaurant.

Saat melangkah masuk ke Signatures Restaurant, foto-foto Soekarno dengan tokoh-tokoh dunia terpajang dalam ukuran besar di salah satu sisi dinding. Di satu sudut, terdapat meja panjang yang merupakan tempat favorit Soekarno. Dulu, ia kerap mengajak keluarganya untuk makan di tempat ini.

Tepatnya meja yang berada di dekat foto Soekarno dan John F. Kennedy, mantan presiden Amerika Serikat. Ingin merasakan duduk di tempat favorit Soekarno? Anda bisa mampir ke Signatures Restaurant dan menikmati hidangan prasmanan dengan harga mulai dari Rp 175.000 (++) untuk sarapan.

Info :kompas

 

Pilihan Pantai Yang Wajib Dikunjungi Di Bali

Tinggalkan komentar

PANTAI menjadi ciri khas Pulau Dewata. Tak sedikit terdapat pantai-pantai di Bali yang disesaki wisatawan, baik lokal maupun asing.

Berikut daftar tujuh pantai yang menjadi pilihan keluarga berlibur di Bali:

Dreamland Beach

Terletak di selatan Bali, tepatnya di Desa Pecatu, Kabupaten Badung. Nikmati pasir pantai berwarna coklat keputihan yang bersih dan koleksi karang terjal. Pemandangan sunset di area pantai yang berada di bawah dinding karang yang curam sangatlah mengagumkan.

Pantai Lovina

Sebuah pantai yang terkenal akan pertunjukan segerombol lumba-lumba liar di tengah laut. Selami lautannya untuk melihat panorama biota laut yang cukup menarik. Pantai terletak di Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng.

Pantai Ahmed dan Tulamben
Kedua pantai terletak bersebelahan dengan karakter pantai yang tak jauh beda. Bila Pantai Ahmed belum banyak terjamah wisatawan mancanegara, Tulamben menjadi favorit penyelam karena di kawasannya terdapat kapal perang US yang karam dan berlokasi tak terlalu dalam.

Candi Dasa Beach

Berlokasi di sebelah timur Pulau Bali. Di kawasan pantainya yang indah terdapat area wisata tekenal bernama candi Dasa. Tak jauh dari pantai terdapat pulau-pulau kecil dengan keindahan bawah laut memukau yang bisa digapai menggunakan perahu nelayan (jukung).

Pantai Legian dan Seminyak

Nuansa kedua pantai tak terlalu berbeda dengan pantai Kuta. Hanya saja kawasannya tak banyak dijumpai pengunjung sehingga cocok untuk Anda yang ingin menyendiri. Terletak di utara pantai Kuta.

Pantai Padang Bai
Terletak di pelabuhan penyebrangan Bali. Selain indah, kebersihannya juga terjaga. Padang Bai merupakan kawasan pelabuhan laut. Pantai berada di suatu teluk dengan bebatuan karang sehingga kehidupan bawah airnya terlindungi. Di timur areal pelabuhan Padang Bai terdapat pula Pantai Blue Lagoon.

Pantai Sanur
Berjarak sekitar 6 km dari pusat Kota Denpasar. Sanur terkenal akan keindahan pemandangan matahari terbitnya. Pada kawasan pantai banyak dijumpai sejumlah resort sehingga membuatnya menjadi pilihan untuk dikunjungi.(MI/RRN)MetroTV.news

Situs Gunung Padang Cianjur,Jawa barat

Tinggalkan komentar

Minat masyarakat mengunjungi Situs Megalitikum Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dalam satu bulan terakhir mengalami peningkatan hingga 400 persen. Kondisi ini membuat petugas penjaga situs terbesar se-Asia Tenggara itu kewalahan.

Rustandi, petugas Situs Gunung Padang mengatakan, meningkatnya jumlah pengunjung terjadi sejak pemberitaan di media massa mulai muncul. Banyak warga yang penasaran dengan keberadaan Situs Gunung Padang yang lebih tua usianya dibandingkan piramida di Mesir.

“Memang benar ada peningkatan, apalagi dari luar kota. Mungkin mereka pernah baca di surat kabar atau lihat di televisi,” kata Rustandi kepada VIVAnews.

Info Terkait : Luas Gunung Padang sekitar 25 hektar

Sebelum diributkan di media massa, pengunjung yang datang ke Gunung Padang hanya 1.500 sampai 2.000 orang setiap bulan. Tetapi sekarang ini bisa mencapai 8.000 pengunjung.

Mayoritas pengunjung masih wisatawan domestik, sedangkan wisatawan mancanegara sekitar 200 orang setiap bulannya. Bahkan, setiap akhir pekan Sabtu dan Minggu, pengunjung bisa mencapai seribu orang dalam satu hari.

Tujuan warga yang datang ke situs megalitikum itu beragam, mulai dai penasaran hingga ingin melakukan ritual dan berziarah. Para peziarah misalnya, datang pada malam hari saat suasana lebih tenang.

Mereka datang dengan berbagi pengharapan seperti meminta kenaikan pangkat, sampai urusan percitaan atau jodoh. Meski jam berkunjung sudah selesai, para peziarah ini selalu maksa dan cenderung nekat masuk. Sehingga petugas terpaksa melakukan penjagaan hingga malam hari demi keamanan.

“Aturannya jam berkunjung dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB,” katanya.

Membludaknya pengunjung membuat petugas kewalahan. Sebanyak 10 petugas secara bergiliran harus memandu dan menjaga para pengunjung supaya tidak membuat situs rusak.

Seluruh petugas, enam di antaranya berasal dari Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Serang, dua lagi dari Pemprov Jawa Barat, dan dua orang lagi dari Dinas setempat.

Ditemui di lokasi, Agus Sugiarto (40), pengunjung asal Kediri, Jawa Timur, mengaku datang jauh-jauh lantaran penasaran setelah mendengar informasi keberadaan Situs Gunung Padang ini. Ia datang bersama rombongan untuk berwisata sekaligus melakukan ritual agar mendapat berkah dalam bisnisnya.

“Pertama lihat, saya sangat takjub dengan situs ini. Begitu perawan dan sangat alami. Tidak seperti candi atau sejenisnya,” kata Agus.

Peningkatan pengunjung ini menjadi berkah bagi warga sekitar. Sebab pendapatan warga meningkat dari penjualan sovenir dan penyewaan tempat parkir.

“Ada juga warga yang menyewakan rumah bagi pengunjung yang datang secara rombongan dan ingin beristirahat dengan tenang,” kata Endang (35) warga setempat.

Ditemui terpisah, Direktur Lokatmala Insititute, Eko Wiwid, mengatakan, pihaknya berharap meningkatnya pengunjung ke Situs Gunung Padang diikuti dengan pengetatan pengawasan. Hal itu perlu dilakukan untuk menjaga konservasi di situs itu tetap terjaga. Eko mengaku khawatir dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan alam sekitar situs.

“Bukan hanya batu punden dan berbagi menhir saja, tetapi alam dan lingkungan sekitar. Jangan sampai meningkatnya pengunjung malah merusak alam, seperti pohon dan mata air. Volume sampah juga ikut meningkat,” katanya. (umi)

• VIVAnews

Mirip Gunung padang ada di cilacap

Older Entries