Obyek wisata suku adat Kampung Naga, di desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Bandung, kembali dibuka sejak hari raya Idul Fitri 1430 Hijriah.

“Kami sekarang sudah menerima wisatawan yang ingin berkunjung ke Kampung Naga,” kata kuncen (juru kunci) Kampung Naga, Ucu di Tasikmalaya, Selasa (22/9).

Dibukanya Kampung Naga bagi masyarakat yang ingin berkunjung diberlakukan setelah turunnya surat keputusan (SK) dari pemerintah tentang subsidi minyak tanah bagi masyarakat Kampung Naga.

Bahkan, wisatawan yang mengisi waktu libur Lebaran bebas mengabadikan gambar dan bertanya mengenai sejarah keberadaan Kampung Naga.

Mereka juga bebas berbincang-bincang dengan penduduk kampung adat yang berada di pelataran rumah panggung.

Sejak dibebaskannya akses ke Kampung Naga, kata Ucu, banyak wisatawan memasuki lokasi Kampung Naga dengan menuruni tangga dari pintu utama jalan raya.

Ucu menambahkan, sejak Lebaran banyak turis asing dari Belanda dan domestik, seperti dari Jakarta, Bandung, serta pengunjung lokal dari Tasikmalaya, Garut, dan wilayah Priangan Timur berwisata ke Kampung Naga.

“Kemarin saja (Senin) dua bus turis dari Belanda datang ke Kampung Naga,” katanya.

Ucu mengatakan, jumlah pengunjung sejak tempat itu mulai dibuka kembali dalam satu hari mencapai 1.500 hingga 2.000 pengunjung dari berbagai daerah, hingga memadati pelataran parkir.

Kembali dibukanya Kampung Naga disambut gembira oleh wisatawan lokal warga Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Aris Fitrian, yang sengaja menghabiskan waktu libur Lebaran dengan mengunjungi kampung adat.

“Kami senang Kampung Naga kembali dibuka karena kampung ini memiliki kekuatan budaya dan adat leluhur yang masih tetap dilestarikan,” kata Aris yang datang bersama rombongan rekannya.

Penduduk Kampung Naga sejak Mei 2009 menyatakan menutup diri dengan tidak menerima wisatawan berkunjung ke lokasi permukiman kampung adat.

Aksi tutup diri itu sebagai peringatan kepada pemerintah untuk memerhatikan penduduk Kampung Naga yang memerlukan minyak tanah sebagai kebutuhan pokok.

Sejak ditutup banyak para wisatawan yang datang dari luar negeri dan lokal kecewa karena ditolak dan tidak boleh masuk selama pemerintah belum merealisasikan keinginan penduduk Kampung Naga.
ABD
Sumber : ANT

About these ads